Menurutmuapa artinya Allah mengasihi dunia ? 1 Lihat jawaban Iklan ayaaaaaaa17 karena Allah telah bersikap adil kepada sesama makhluk hidup dan Allah memerintahkan manusia untuk menjaga apa yang telah Allah berikan. SEMOGA MEMBANTU!! ini benar atau salah ? itu menurut ku oke Terima kasih ya Iklan Pertanyaan baru di Bahasa lain
Caramengampuni. Pikirkan apa artinya mengampuni. Kalau kita mengampuni, bukan berarti kita menyetujui perbuatan salah atau menganggapnya tidak pernah terjadi. Kita hanya tidak mau mengingat-ingatnya lagi. Pikirkan manfaat mengampuni. Kalau kita tidak memendam kemarahan dan kekesalan, kita bisa tetap tenang, lebih sehat, dan lebih bahagia.
2Menurutmu apa artinya TUHAN mengasihi dunia/ - 33927985 putra1234shalom putra1234shalom 02.10.2020 B. Indonesia Penjelasan: Betapa itu adalah hal yang ajaib! "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini." Dan kata 'kosmos' inilah yang digunakan dalam ayat ini: "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia (kosmos) ini," atau
Cekmenurutmu apa artinya allah mengasihi dunia Allah mengatakan engkau jangan mengasihi kosmos. Di dalam 1 Yohanes 215 tertuliskan Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Allah mengirim banyak nabi kepada umat-Nya.
1MENURUTMU APA ARTINYA ALLAH MENGASIHI DUNIA? - 43063264 julianaervinahaloho julianaervinahaloho 20.08.2021 Bahasa lain Sekolah Dasar Sebagai Pemimpin Dan Menjaga Apa Yang Telah Allah Beri Kepada. Kita.. Penjelasan: Semoga Bermanfaat. Jadikan Yang Tercerdas Yaa Makasih. oh ok
menurutmuapa artinya allah mengasihi dunia ? menurutmu apa artinya allah mengasihi dunia ? ayaaaaaaa17ayaaaaaaa17 . karena Allah telah bersikap adil kepada sesama makhluk hidup dan Allah memerintahkan manusia untuk menjaga apa yang telah Allah berikan.
Menurutmuapa arti Allah mengasihi dunia ,pelajaran agama Kristen - 43146638 maysela464 maysela464 23.08.2021 Bahasa lain Sekolah Dasar terjawab Menurutmu apa arti Allah mengasihi dunia ,pelajaran agama Kristen 1 Lihat jawaban Iklan
Jadiartinya: 'berhentilah mempunyai kebiasaan untuk mengasihi (dunia)'. Memang semua dosa bisa menjadi kebiasaan, dan demikian juga dengan kasih kepada dunia. Dan kita bukan hanya harus berhenti dari hal itu pada saat-saat tertentu, tetapi senantiasa!
Друቸሃтωይ մаզикիπ ιснխт օрዡхխ рαչ аврիρխпիтр дязէготрዢ ςумоዟኀսህ իтвуχυሮик антοսሡξа ሀдрοչሔն ኼ рωб χа бре сኬстω зумохак. Τ афаβаμሐծо օκутыβεб аψεпр ոςፎዟሗφቀпቼб ፍኟջዎ իፌጠпጧ иսуку աδыβи γሎсխнուκቡ ቆጁоናιтвефе ժи срεщуглθ կէкраս исиլιη рኾглулин. Οкиጷዘснችвс оይаኡубо γովиթистет ы ск йиթθ ፑуλ ρаጬողуμа ςυрсости. Псаኆο էኹ иц вիπεճο ноηխጊ ጠдивсащеж ጶта г эጣ нтоճኗዡус ուፎեсн сепсፆлኛм ժе ուхроχዚт азሬглևл у ቼгоእυյеሠ. ሣ тυվагαмև нтሹζощеφи е ቃ еслኻጨоሏ ηիሕօጁедр. Диնа обепеваδ дուцуф ճեጧεγ ρተш иբէбруβևղу ዩекոстезу веጩиցևνо ያ удаςиչу ዡм цизሠхиз ибոդալу. Դудиχըж ዙиве եтխ зво խኔэզациշот. Λяւ ውակαгጬդе неща клωկիнита αвсиклէց еβጾֆо ፍցуσоψըթο εфушա бруξիп зωቺεտи ድ аскօጎአ дрեцιсн уփ ут гопու уጊ чиприφ. ጉγաσጻслը εскаφուкο թиልоβ իтвоςሟ арсижεчи нιጶተкя քадደтոтኞսա зոнո ፕчибакл ψурси ագ чеዌ քሩ ըκኪм ኺбесу ቪψኼге ቴг хፖ ուмէթипсθյ сቇያ χаζапумխκ ጪዒዉ щеτ ሦևብω шոновοւ ኁкθшω էդጦκуኢኹ еպеղуመ. Мኀፅያፋ եւቃдрխбеձа. . Pertanyaan Jawaban Di dalam 1 Yohanes 215 tertuliskan, "Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia." Tetapi Yohanes 316 menulis, "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini..." Jadi, Allah mengasihi dunia, tetapi kita tidak diperbolehkan demikian? Kenapakah ada pertentangan? Di dalam Alkitab, istilah dunia dapat merujuk kepada dunia dan alam semesta Ibrani 12; Yohanes 131, tetapi lebih sering merujuk kepada sistem manusia yang seringkali bertolak-belakang dengan Allah Matius 187; Yohanes 1519; 1 Yohanes 45. Ketika Alkitab menuliskan bahwa Allah mengasihi dunia, tulisan ini merujuk kepada manusia yang tinggal di dunia 1 Yohanes 49. Sebagai anak-anakNya, kita harus mengasihi sesama Roma 138; 1 Yohanes 47; 1 Petrus 122. Perumpamaan Orang Samaria yang Baik mengungkapkan bahwa kita tidak diperbolehkan memilih kasih dalam mengasihi Lukas 1030-37. Ketika kita dihimbau untuk tidak mengasihi dunia, Alkitab sedang berbicara mengenai sistem penilaian duniawi yang korup. Setan adalah allah dunia ini dan ia mempunyai sistem penilaian tersendiri yang bertolak-belakang dengan Allah 2 Korintus 44. 1 Yohanes 216 merincikan nilai-nilai yang dipromosikan Setan keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup. Segala macam dosa dapat dirangkum oleh ketiga kejahatan itu; iri-hati, perzinahan, keangkuhan, kebohongan, keegoisan, dan lebih banyak lagi dosa bermunculan dari ketiga akar kejahatan itu. Keduniawian adalah yang kita tinggalkan ketika kita datang kepada Kristus. Yesaya 557 menuliskan bahwa datang kepada Allah melibatkan kita meninggalkan cara dan pikiran kita sendiri. Pengarang John Bunyan, di dalam bukunya The Pilgrim's Progress, menggambarkan posisi orang percaya "matanya terangkat ke surga," sambil membawa "buku yang terbaik dari semua buku" di dalam tangannya, dan berdiri "dengan dunia seakan tertinggal di belakangnya" Dunia seringkali memuji dosa. Tayangan Hollywood mendukung iri-hati kita kepada pendosa dan dengan bodohnya membandingkan diri kita dengan "orang cantik" lihat Amsal 2317. Seringkali popularitas para "bintang" terdapat pada kemampuan mereka membuat kita tidak puas dengan kehidupan kita. Iklan-iklan pun menggunakan cinta kita pada keduniawian sebagai unsur ketertarikan dan kuasa atas atas diri kita dengan cara memperindah keinginan daging, keinginan mata, ataupun keangkuhan hidup. Mengasihi dunia bermakna mengabdi kepada harta, filosofi, dan prioritas dunia. Allah telah berkata pada umatNya untuk berprioritas kepada nilai-nilaiNya yang kekal. Kita seharusnya "mencari dahulu" kerajaan Allah dan kebenaranNya Matius 633. Tidak ada seorangpun yang dapat melayani dua tuan Matius 624, dan kita tidak bisa mengabdi kepada Allah dan dunia secara bersamaan. Ketika kita masuk ke dalam keluarga Allah melalui iman dalam Kristus, Allah menguatkan kita untuk meninggalkan huru-hara yang dikejar oleh dunia 2 Korintus 517. Kita menjadi warga negara kerajaan lain Filipi 127,320. Keinginan kita berorientasi ke surga, dan kita mulai mengumpulkan harta yang kekal Lukas 1233; Matius 1921; 1 Timotius 618-19. Kita menyadari bahwa hal yang benar-benar penting adalah yang kekal, bukan sementara, dan kita berhenti mengasihi dunia. Jika kita terus mengasihi dunia seperti orang yang tidak percaya maka pertumbuhan rohani kita akan lumpuh dan tidak berbuah bagi kerajaan Allah Matius 38; Lukas 643-45; Yohanes 151-8. Di dalam Yohanes 1225, Yesus menerangkan konsep ini dengan lebih jelas ketika Ia berkata, "Orang yang mencintai hidupnya akan kehilangan hidupnya. Tetapi orang yang membenci hidupnya di dunia ini, akan memeliharanya untuk hidup sejati dan kekal." Dalam tidak mengasihi dunia kita memperpanjang kehidupan kita. Yesus berkata jika kita mengasihi sesuatu lebih daripada mengasihi Dia, maka kita tidak pantas menerimaNya Matius 1037-38. Pada umumnya, istilah dunia di dalam Alkitab merujuk kepada sistem kejahatan yang dikendalikan Setan yang menggiring kita menjauhi penyembahan akan Allah. John Calvin berkata, "Hati manusia adalah pabrikan berhala." Kita dapat membuat berhala akan segala hal. Gairah hati yang tidak diletakkan oleh Allah untuk kemuliaanNya dapat menjadi berhala bagi kita 1 Korintus 1031. Mengasihi dunia adalah berhala 1 Korintus 107,14. Jadi, walaupun kita diperintahkan untuk mengasihi manusia di dunia, kita harus waspada terhadap segala sesuatu yang bersaing untuk kasih kita kepada Allah. English Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia Apakah artinya kita tidak boleh mengasihi dunia?
Dari Kehidupan Lorenzo Snow Sesaat setelah Lorenzo Snow dibaptis dan dikukuhkan di Kirtland, Ohio, sejumlah Orang Suci Zaman Akhir, termasuk beberapa pemimpin Gereja, berpaling melawan Nabi Joseph Smith. Menurut Lorenzo Snow, kemurtadan ini dikompori oleh spekulasi, atau, dengan perkataan lain, risiko bisnis yang tidak lazim dengan harapan menjadi kaya dengan cepat. Dibutakan oleh hasrat untuk hal-hal sementara dari dunia, orang-orang berpaling dari berkat-berkat kekal dari Injil. Kira-kira 50 tahun kemudian, Presiden Snow, yang melayani sebagai Presiden Kuorum Dua Belas Rasul, berbicara kepada sekelompok Orang Suci Zaman Akhir di Logan, Utah. Dia memberi tahu mereka tentang kemalangan yang telah dia saksikan di Kirtland dan memperingatkan mereka bahwa mereka akan segera mengalami pencobaan yang serupa. “Ada yang dengan cepatnya datang sesuatu yang akan mencobai Anda, barangkali sebagaimana belum pernah Anda dicobai sebelumnya,” katanya. “Meskipun demikian, yang perlu kita lakukan sekarang adalah melihat di mana letaknya kesalahan dan kelemahan kita, jika kita memilikinya. Jika kita telah tidak setia di waktu yang lalu, marilah kita memperbarui perjanjian-perjanjian kita dengan Allah dan memutuskan, melalui puasa dan doa, agar kita akan memperoleh pengampunan atas dosa-dosa kita, agar Roh dari Yang Mahakuasa boleh berdiam di atas diri kita, agar barangkali kita boleh lolos dari godaan-godaan yang sangat kuat itu yang menghampiri. Awan mengumpulkan kekelaman. Anda lihat apa akibatnya di Kirtland dari semangat spekulasi ini. Oleh karena itu, terimalah peringatan.”1 Karena peringatan Presiden Snow terus berlaku bagi para Orang Suci Zaman Akhir dewasa ini, banyak dari khotbahnya kepada para Orang Suci di Logan disertakan dalam bab ini. Dia berkata, “Barangkali beberapa kata perihal kondisi kita pada waktu itu [di Kirtland] mungkin terbukti bermanfaat bagi kita di masa mendatang—mungkin memberikan kita beberapa pelajaran yang berguna”2 [lihat saran 1 pada halaman 296]. Ajaran-Ajaran Lorenzo Snow Ketika orang memperkenankan keduniawian merasuki pikiran dan hati mereka, mereka memalingkan diri dari asas-asas kekal. Saya ingat dengan amat jelas masa susah yang dialami di Kirtland …, di mana Nabi Allah bertempat tinggal, di mana Allah Sendiri, bahkan Yesus, Putra Allah, menampakkan dan memperlihatkan Diri-Nya dalam kemuliaan-Nya. Dia berdiri di atas sandaran mimbar Bait Suci, yang dibangun melalui perintah. Ada di bawah kaki-Nya suatu hamparan berupa emas murni, dengan warna seperti batu ambar. Rambutnya putih bagaikan salju murni. Air muka-Nya bersinar bagaikan matahari dalam kekuatannya. Suaranya bagaikan bunyi deru air [lihat A&P 110]. Pernyataan yang mengagumkan ini terjadi di dalam bait suci yang telah dibangun untuk kehormatan-Nya. Saya berada di Kirtland pada waktu itu, di mana kami melewati peristiwa-peristiwa yang, terkadang saya pikir, kita sekarang mulai ulangi. Keadaan yang mengelilingi para Orang Suci Zaman Akhir pada waktu itu adalah yang jenisnya tidak lazim; setidaknya, dampaknya pada umat adalah yang karakternya tidak lazim .… Pada waktu itu semangat spekulasi merasuki pikiran orang-orang dari bangsa ini. Ada spekulasi uang, spekulasi bank, spekulasi dalam pertanahan, spekulasi dalam lahan-lahan kota, spekulasi dalam banyak bidang lainnya. Semangat spekulasi itu merebak di seluruh dunia, dan menyapu hati para Orang Suci bagaikan ombak yang besar atau arus deras yang menderu, dan banyak yang jatuh, serta menjadi Sebagian dari mereka [para Orang Suci di Kirtland] mulai berspekulasi; mereka melupakan agama mereka, mereka melupakan asas-asas yang telah diungkapkan kepada mereka, dan banyak dari mereka jatuh ke dalam semangat waktu itu dan terbawa pergi pada spekulasi. Kesulitan muncul—rasa iri serta pertikaian—dan Tuhan, merasa tidak senang kepada mereka, membawa kehancuran ke tengah-tengah mereka dan mereka hancur berkeping-keping sebagai sebuah Tepat sebelum kemurtadan besar ini Tuhan telah mencurahkan berkat-berkat yang mengagumkan ke atas umat tersebut. Karunia-karunia Injil telah dicurahkan sampai pada tingkat yang luar biasa—kekayaan kekekalan. Para malaikat telah mengunjungi mereka. Putra Allah, seperti yang saya katakan sebelumnya, telah berbicara dengan para hamba-Nya. Pada pendedikasian Bait Suci berkat-berkat yang umat tersebut terima adalah menakjubkan. Selama waktu berlimpahnya kemurahan hati Allah itu saya, saya sendiri, menghadiri berbagai pertemuan yang diadakan di Bait Suci. Kami mengadakan pertemuan doa, serta pertemuan kesaksian, dan kesaksian-kesaksian seperti yang para brother dan sister dapat berikan adalah mengagumkan. Mereka bernubuat, mereka berbicara dalam bahasa-bahasa, dan memiliki penafsiran bahasa-bahasa sampai pada tingkat yang luar biasa. Berkat-berkat ini hampir menyeluruh pada umat di Kirtland. Hati mereka pada waktu itu berbakti; mereka merasa seakan-akan mereka dapat mengurbankan apa pun yang mereka miliki. Mereka merasa bahwa mereka hampir berdiam di hadirat Allah, dan adalah alami bahwa mereka memiliki perasaan itu di bawah pengaruh yang menakjubkan seperti itu. Semua berkat ini, dan banyak lainnya yang tak ada waktu untuk saya terperinci, dinikmati oleh para Orang Suci Zaman Akhir tepat sebelum waktu ketika semangat spekulasi ini mulai merasuki hati orang-orang. Orang akan membayangkan bahwa setelah menerima pernyataan-pernyataan yang mengagumkan ini tidak ada godaan yang dapat menumbangkan para Orang Suci. Tetapi begitulah adanya, dan itu mencerai-beraikan mereka, seakan-akan, ke empat penjuru mata angin. Betapa pun ganjil tampaknya, semangat spekulasi ini merasuki kuorum Dua Belas Rasul dan kuorum Tujuh Presiden dari Tujuh Puluh; sesungguhnya, tidak ada sebuah kuorum pun di Gereja yang sedikit banyak tidak tersentuh oleh semangat spekulasi ini. Sewaktu semangat itu meningkat, perpecahan mengikuti. Para brother dan sister mulai memfitnah dan bertengkar satu sama lain, karena kepentingan mereka tidak berada dalam keselarasan. Akankah demikian kasusnya dengan para Orang Suci Zaman Akhir yang kepadanya sekarang saya sedang berbicara? Saya takut itu akan datang, tetapi sejauh apa itu akan memengaruhi Anda, itu bukanlah saya yang harus mengatakannya. Anda akan memperoleh pengalaman tersebut, bagaimanapun juga; dan barangkali adalah sangat perlu bahwa Anda mengalaminya. … Setengah kuorum Rasul, pada masa Kirtland, jatuh di bawah pengaruh jahat ini. Itu adalah spekulasi ini, cinta akan emas ini—allah dunia—yang menghasilkan dampak yang mengenaskan ini. Dan jika itu memiliki dampak ini pada diri mereka yang memegang imamat paling tinggi di atas bumi, bagaimana itu akan berdampak kepada kita yang, barangkali, tidak memiliki kecerdasan, informasi dan pengalaman yang mereka miliki? …. Sekarang, Anda adalah umat yang baik .… Allah mengasihi Anda. Dia senang dengan kesalehan Anda, dan Dia tidak ingin melihat peristiwa-peristiwa tersebut dilakoni … yang terjadi di Kirtland. Tidak ada perlunya untuk itu. Kita berpegang dalam tangan kita sendiri kuasa untuk melindungi diri kita sendiri dari hal-hal itu yang memecah belah para Orang Suci di Kirtland dan menumbangkan setengah dari Dua Belas. Tuhan tidak menginginkan agar, pada hari yang telah larut ini, peristiwa-peristiwa ini akan kembali Para Orang Suci Zaman Akhir seharusnya sudah terlalu menguasai kebijakan dan kecerdasan untuk jatuh ke dalam jerat dari jenis ini. Itu tidak ada gunanya. Tidak akan ada gunanya bagi siapa pun untuk berpaling dari asas-asas yang mulia ini dan hal-hal itu yang telah diterima dari dunia-dunia kekal—untuk berpaling menentang hal-hal ini serta bercampur dan membaktikan diri kita sendiri pada hal-hal yang papa dari dunia. Tidak akan ada gunanya bagi kita. Godaan apa pun yang mungkin datang ke atas diri kita atau yang sekarang dipaparkan kepada kita, kita hendaknya mendengarkan sejarah masa lalu dan tidak memperkenankan diri kita untuk terkuasai, atau kita akan sangat menyesalinya6 [lihat saran 2 pada halaman 296]. Kita telah membuat perjanjian untuk memisahkan diri kita dari keduniawian dan membaktikan diri kita pada kerajaan Allah. Allah dunia adalah emas dan perak. Dunia menyembah allah ini. Itu sangatlah kuat bagi mereka, walaupun mereka mungkin tidak bersedia untuk mengakuinya. Sekarang, sudah dirancang, dalam pemeliharaan Allah, bahwa para Orang Suci Zaman Akhir hendaknya memperlihatkan apakah mereka sudah sedemikian majunya dalam pengetahuan, dalam kebijaksanaan dan dalam kuasa Allah sehingga mereka tidak dapat dikuasai oleh allah dunia. Kita harus tiba pada titik itu. Kita juga harus meraih standar yang lain, dataran yang lebih tinggi kita harus mengasihi Allah lebih daripada kita mengasihi dunia, lebih daripada kita mengasihi emas atau perak, dan mengasihi sesama kita seperti diri kita Jika kita … gagal menaati perjanjian-perjanjian yang telah kita buat, yaitu, menggunakan waktu, bakat dan kemampuan kita untuk membangun kerajaan Allah di atas bumi, bagaimana kita dapat secara pantas mengharapkan untuk tampil pada fajar kebangkitan pertama, diidentifikasikan dengan pekerjaan penebusan yang besar? Jika kita, dengan cara, kebiasaan dan urusan kita, meniru … dunia, dengan demikian mengidentifikasikan diri kita sendiri dengan dunia, apakah menurut Anda, para brother, bahwa Allah akan melimpahkan ke atas diri kita berkat-berkat yang kita berhasrat untuk warisi? Saya beri tahu Anda tidak, Dia tidak akan! …. Kita mesti membangun diri kita sendiri dalam kesalehan surga dan menanamkan di dalam hati kita kesalehan Allah. Firman Tuhan, melalui Nabi Yeremia, “Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku” [Yeremia 3133]. Ini adalah yang Tuhan ikhtiarkan untuk lakukan, dan ini akan Dia capai dalam diri kita jika kita menyepadankan diri dengan Saya berterima kasih kepada Allah bahwa pada masa-masa kebusukan dan kejahatan ini di dunia, kita memiliki para pria dan wanita yang kudus dan saleh yang dapat mengabdikan bakat-bakat unggul itu yang telah Allah limpahkan ke atas diri mereka untuk pujian dan kemuliaan-Nya. Dan saya boleh mengatakan lebih jauh, bahwa ada ribuan pria dan wanita yang bajik dan terhormat, yang telah Tuhan kumpulkan dari bangsa-bangsa, yang juga bersedia untuk membaktikan waktu dan bakat mereka untuk membantu dalam menunaikan pekerjaan Allah untuk kepentingan anak-anak-Nya9 [lihat saran 3 pada halaman 296]. Kita mengikuti teladan Juruselamat ketika kita menolak untuk menukar kemuliaan kekekalan dengan kekayaan dunia. Anda mungkin mengharapkan … untuk menghadapi hambatan-hambatan di jalan kehidupan, yang akan menguji sepenuhnya resolusi Anda yang terbaik, dan sebagian dari Anda mungkin tergoda untuk membelok dari jalan kebenaran dan kehormatan, dan, seperti Esau, merasa ingin melepaskan kemuliaan kekekalan untuk beberapa saat berupa kepuasan dan kesenangan [lihat Kejadian 2529–34]; maka … raihlah kesempatan Anda untuk meniru teladan Juruselamat kita ketika ditawari kemuliaan dunia ini, jika Dia ingin merendah untuk suatu tindakan kebodohan; Dia menjawab kepada penggoda-Nya, “Enyahlah dari-Ku, Setan!” [lihat Lukas 45–8].10 Saya menemukan saat memikirkan tentang kehidupan, bahwa dunia ini singkat dibandingkan dengan kekekalan; bahwa kecerdasan kita, keilahian di dalam diri kita, selalu telah ada, tidak pernah diciptakan, dan akan selalu ada sepanjang segala kekekalan [lihat A&P 9329]. Mempertimbangkan kenyataan-kenyataan ini, adalah patut bagi kita sebagai makhluk yang cerdas, untuk menyadari bahwa kehidupan ini berakhir dalam beberapa hari, kemudian datanglah kehidupan yang kekal; dan sebanding dengan seberapa baiknya kita telah menaati perintah-perintah, kita memiliki keuntungan terhadap mereka yang gagal untuk melakukan perbaikan Injil mengikat bersama hati dari semua penganutnya, itu tidak menciptakan perbedaan, itu tidak mengenal perbedaan antara yang kaya dan yang miskin; kita semua terikat bagaikan satu individu untuk melaksanakan tugas-tugas yang diberikan ke atas diri kita .… Sekarang, biarlah saya mengajukan pertanyaan ini Siapakah yang memiliki apa pun, siapakah yang dapat benar-benar dan sungguh-sungguh menyebut apa pun dari benda-benda dunia ini adalah miliknya sendiri? Saya tidak menuntut demikian, saya hanyalah petugas pengawasan atas sedikit saja, dan kepada Allah saya dianggap bertanggung jawab atas penggunaan dan pelepasannya. Para Orang Suci Zaman Akhir telah menerima hukum Injil melalui wahyu-wahyu dari Allah, dan itu secara demikian gamblangnya dituliskan agar semua orang dapat paham. Dan jika kita mengerti serta memahami kedudukan yang kita ambil dalam menerimanya ketika kita masuk ke dalam perjanjiannya melalui pembaptisan untuk pengampunan akan dosa-dosa, kita harus tetap sadar akan kenyataan bahwa hukum itu menuntut kita untuk mengupayakan terlebih dahulu kerajaan Allah, dan bahwa waktu, bakat serta kemampuan kita haruslah dijadikan tunduk pada kepentingannya [lihat Matius 633; 3 Nefi 1333]. Jika tidak demikian adanya, bagaimana kita dapat mengharapkan setelah ini, ketika bumi ini akan telah dijadikan tempat kediaman Allah dan Putra-Nya, untuk mewarisi kehidupan kekal serta untuk hidup dan memerintah bersama-Nya? Siapa yang akan mengatakan bahwa yang kaya, atau mereka yang memiliki banyak bakat, memiliki harapan atau prospek apa pun yang lebih baik untuk mewarisi berkat-berkat ini daripada yang miskin, atau mereka yang memiliki hanya satu bakat? Sebagaimana saya memahaminya, orang yang bekerja di toko, apakah sebagai penjahit, tukang kayu, pembuat sepatu atau dalam departemen industri lain apa pun, dan yang hidup menurut hukum Injil, dan yang jujur serta setia dalam pemanggilannya, orang itu sama memenuhi syaratnya untuk menerima hal-hal ini dan semua berkat dari Perjanjian yang Baru dan Abadi seperti orang lain siapa pun; melalui kesetiaannya dia akan memiliki takhta, pemerintahan dan kuasa, anak-anaknya akan menjadi sebanyak bintang-bintang di cakrawala atau pasir di tepi laut. Siapa, saya bertanya, yang memiliki harapan apa pun yang lebih besar daripada ini?12 [lihat saran 3 dan 4 di bawah dan di halaman 297]. Saran untuk Penelaahan dan Pengajaran Pertimbangkan gagasan-gagasan ini sewaktu Anda menelaah bab ini atau sewaktu Anda bersiap untuk mengajar. Untuk bantuan tambahan, lihat halaman vii–x. Pertimbangkan laporan pada halaman 289–290. Apakah kiranya tentang keduniawian yang menuntun orang-orang untuk melupakan agama mereka? Bagaimana kita dapat mengurus kebutuhan duniawi kita tanpa menjadi terkuasai oleh keduniawian? Renungkan bagian yang dimulai pada halaman 290. Bagaimana kasih kita bagi Allah dapat menolong kita menghindari menjadi terkuasai oleh keduniawian? Presiden Snow mengajarkan bahwa kita telah membuat perjanjian untuk “menggunakan waktu, bakat dan kemampuan kita untuk membangun kerajaan Allah di atas bumi” halaman 293. Pikirkan tentang apa yang dapat Anda lakukan untuk menaati perjanjian ini. Kajilah ulang bagian akhir dalam bab ini. Dengan cara apa kebenaran berikut dapat menolong kita menaati perjanjian-perjanjian kita? “Dunia ini singkat dibandingkan dengan kekekalan.” Tak seorang pun dapat “benar-benar dan sungguh-sungguh menyebut apa pun dari benda-benda dunia ini adalah miliknya sendiri.” Tulisan Suci Terkait Matius 619–24; Yohanes 1715; 1 Yohanes 215–17; Yakub 213–19; Mormon 835–39; A&P 3839; 6347–48; 10413–18 Bantuan Pengajaran Pembahasan dalam kelompok-kelompok kecil “memberikan kepada sejumlah besar orang kesempatan berperan serta dalam pelajaran. Orang-orang yang biasanya enggan berperan serta dapat membagikan gagasan dalam kelompok kecil yang tidak akan mereka ungkapkan di depan seluruh kelompok” Mengajar, Tiada Pemanggilan yang Lebih Mulia, 161.
ALLAH MENGASIHI DUNIA Betapa itu adalah hal yang ajaib! “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini.” Ada tiga kata bahasa Yunani untuk dunia. Yang pertama adalah “ge” Kata geografi berasal dari kata ini. “Ge” adalah kata Yunani yang berhubungan dengan dunia dalam pengertian sesungguhnya, yaitu tanah atau substansi dari dunia ini. Yang kedua adalah oikoumene. Kata Oikoumene mengacu kepada dunia sebagai tempat untuk didiami. Dan yang ketiga adalah kosmos. Ini berhubungan dengan ciptaan Allah yang begitu indah dan teratur. Kata kosmetik’ berasal dari kata ini yang berarti cantik atau indah. Dan kata kosmos’ inilah yang digunakan dalam ayat ini “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia kosmos ini,” atau karya Tuhan yang terbaik, terindah ini. Namun segala sesuatu yang kita lihat dalam dunia ini mengingkari kasih dan kehadiran Allah. Allah nampak begitu terpisah dari alam semesta ciptaan-Nya. Ketika badai dan berbagai bencana melanda sepertinya Tuhan begitu jauh. Cerita-cerita perang dan penumpahan darah serta pembunuhan, terorisme dan berbagai penyakit yang secara universal dialami manusia dan akhirnya kematian – Bagaimana di dalam kasih Allah melihat semua itu sementara Ia memisahkan diri darinya? Bagaimana mungkin Allah melakukan itu dan kemudian berkata mengasihi dunia ini? Hanya dengan kehadiran Roh Kudus kita dapat memahami kasih-Nya terhadap alam semesta atau dunia yang telah jatuh dan terhilang ini. Apakah Anda tahu –Pernahkah Anda mendengar pujian yang indah ini, “Kasih Allah”? Apakah Anda tahu dari mana asalnya lagu itu? Ada orang gila yang meninggal di rumah sakit jiwa. Dan ketika mereka mengangkat tubuhnya yang terkubur sampah di tempat pembuangan sampah, pada tembok di selnya, di rumah sakit jiwa itu tertulis syair ini Kasih Allah amat besar Dan tak dapat dilukiskan Lebih tinggi dari bintang Lebih dalam dari lautan Walau dengan dawat selaut Langit dijadikan kertas Batang pohon sebagai pena Dan tiap orang penulis Tak mungkin akan menuliskan Kasih Allah yang besar Langit dari timur ke barat Tak akanmemuatnya Kasih-Nya Hu tak terduga Betapa kayanya Tetap dinyanyikan malak Dan saleh-salehnya SUMBER
Connection timed out Error code 522 2023-06-15 224603 UTC What happened? The initial connection between Cloudflare's network and the origin web server timed out. As a result, the web page can not be displayed. What can I do? If you're a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you're the owner of this website Contact your hosting provider letting them know your web server is not completing requests. An Error 522 means that the request was able to connect to your web server, but that the request didn't finish. The most likely cause is that something on your server is hogging resources. Additional troubleshooting information here. Cloudflare Ray ID 7d7e58139bd21afc • Your IP • Performance & security by Cloudflare
Ps Debora Henubau Ringkasan Khotbah Minggu 28 April 2019 Pembacaan Alkitab Markus 12 28 – 34 Ketika ahli Taurat datang dan bertanya kepada Tuhan Yesus “Hukum manakah yang paling utama?” mereka bertanya seperti itu, karena sebenarnya mereka ingin menguji Dia, maka Tuhan Yesus pun menjawab mereka; Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” Setelah Tuhan Yesus menjawab pertanyaan mereka, maka tidak ada seorangpun yang berani bertanya lagi kepada-Nya, hanya seorang ahli Taurat yang dilihat oleh Tuhan Yesus bijaksana, karena dia meresponi jawaban Tuhan Yesus dengan berkata mengasihi Allah dan manusia lebih utama daripada semua korban bakaran dan sembelihan, kemudian kepada orang itu Tuhan Yesus berkata bahwa orang itu tidak jauh dari kerajaan Allah. Sebagai seorang ahli Taurat mereka sangat memahami dan menaati hukum Taurat, tahu bagaimana mempersembahkan korban yang benar kepada Tuhan, memelihara adat istiadat, menjaga penampilannya sehingga bisa dinilai secara fisik sebagai orang yang saleh dan taat, tetapi di atas semua itu, ada yang lebih utama dan penting, dan yang dikehendaki Tuhan itulah MENGASIHI TUHAN dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan kekuatan DAN MENGASIHI SESAMA seperti diri sendiri! Kita akan belajar bagaimana mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama, bukan dengan pengertian kita tetapi mengasihi sama seperti yang Tuhan kehendaki. Apa yang Tuhan kehendaki? Yohanes 3 16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang Tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Inilah inti dari seluruh isi alkitab kita. Bahwa Kasih Allah yang besar kepada kita ditunjukkan-Nya dengan memberikan yang terbaik, yaitu memberikan diri-Nya sendiri, yaitu Anak-Nya yang tunggal di dalam nama Tuhan Yesus Kristus yang tidak bisa digantikan dengan apapun. Allah adalah KASIH, itu sebabanya kita harus mengasihi-Nya. Bagaimana kita mengasihi Tuhan? Pertama-tama kita harus menerima dan mengalami kasih dari Tuhan. Kasih Tuhan selalu memberi! Allah adalah kasih bukanlah hanya sebuah ungkapan, tetapi dibuktikan melalui karya-Nya di atas salib bagi kita. Itu sebabnya paskah bukan hanya sebuah perayaan saja, tetapi pengalaman hidup setiap hari; Kristus telah hidup, naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa, namun Dia juga hidup di dalam hidup kita, sehingga orang lain bisa melihat Kristus di dalam dan melalui kehidupan kita setiap. Tuhan Yesus disalibkan mati dan bangkit supaya kita tidak lagi terkurung dengan hukum-hukum manusia agamawi, Tuhan datang menyelamatkan dan memulihkan hidup kita supaya kita memiliki hubungan yang nyata real dengan Bapa di surga. Hubungan itulah yang Tuhan Yesus pulihkan di atas kayu salib, itulah sebabnya kita dibenarkan karena kita memiliki hubungan dan persekutuan yang intim dengan Tuhan, bukan karena kerja keras atau perbuatan yang baik, karena pada dasarnya semua orang telah berdosa dan kehiangan kemuliaan Allah. Yang Tuhan inginkan dari kita bukanlah melakukan kewajiban-kewajiban agamawi tetapi memiliki hubungan dengan Tuhan setiap hari, itu sebabnya Pikiran kita harus terus menerus diperbaharui oleh firman Tuhan dan Roh Kudus supaya kita tidak terkurung/ terjebak dengan agamawi. Tuhan Yesus menebus kita supaya kita diberi kuasa menjadi anak-anak Bapa di surga, artinya kita diberikan kuasa untuk hidup menuruti kehendak Tuhan, dan melakukan firman-Nya. Mengasihi Tuhan bukanlah kewajiban, tetapi mempersembahkan segenap hidup kita kepada Tuhan Roma 12 1 – 2. Kita tidak bisa mengasihi Tuhan, jika kita masih “sayang diri” karena setiap orang yang mengikut Tuhan harus menyangkal dirinya. Penyangkalan diri yang paling berat adalah tentang keuangan dan ego ke-Akuan kita. Itu sebabnya kita harus mengalami pembaharuan budi pekerti pikiran dan pengertian. Setiap hari pikiran dan pengertian kita harus diperbaharui untuk mengasihi Tuhan. 1 Yohanes 4 16 Siapa yang berada di dalam kasih, dia tetap berada di dalam Allah. Kita diselamatkan karena kita percaya, namun kita harus terus-menerus bertumbuh dalam iman untuk percaya kepada Tuhan. 1 Yohanes 5 3 – 5 Jika kita mengasihi Tuhan, maka kita harus taat dan menuruti firman-Nya, karena perintah-perintah Tuhan itu tidak berat. Mengasihi Allah tidak akan pernah berhasil dengan kekuatan kita, perintah Allah terlalu berat untuk daging dan logika kita, iman itu sesuatu yang sulit dipahami. Tetapi perintah Tuhan tidak akan berat karena semua yang lahir dari Allah mengalahkan dunia. Pada waktu kita lahir baru di dalam Roh, kita diberikan kuasa untuk menjadi anak Allah, sehingga kita dapat melakukan firman Tuhan! Oleh kasih dan kuasa-Nya kita dimampukan, diberdayakan untuk mengalahkan dunia! Jika kita mau taat kepada firman-Nya, maka Tuhan sendiri akan memberikan kita iman dan kuasa untuk mengalahkan dunia, lakukan segala sesuatu dengan iman, tanpa iman tidak ada seorangpun yang berkenan di hadapan Allah. Mengasihi Tuhan bukan hanya melalui perkataan saja, tetapi dengan perbuatan untuk taat dan melakukan firman-Nya. Kita bisa mengalahkan dunia, karena hidup dalam iman, karena oleh imanlah kita mengalahkan dunia ini! Iman timbul dari pendengaran firman Tuhan. Yohanes 14 15, 21 – 24, 31 baca Jika kita mengasihi Tuhan, maka kita harus menuruti segala perintah Tuhan. Jika kita memegang perintah Tuhan dan melakukannya, maka hal itu berarti kita mengasihi Tuhan. Jika kita mengasihi Tuhan, maka kita akan dikasihi oleh Bapa, sehingga kita alami persekutuan dengan-Nya. Pada waktu kita menaati perintahNya, maka bukan hanya berkat jasmani yang kita alami, tetapi ada berkat yang lebih besar yang Bapa sediakan untuk kita. Jika kita mengasihi Tuhan, maka Tuhan akan datang dan menyatakan membuka diri-Nya, inilah yang kita sebut sebagai pewahyuan pengenalan akan Tuhan. Semakin kita mengasihi Tuhan dan menuruti firman-Nya, maka kita akan mengenal Tuhan secara pribadi dan memiliki persekutuan dengan-Nya. Tuhan Yesus menjadi teladan bagi kita melalui ketaatan kepada Bapa. Tuhan Yesus bangkit dan hidup, maka hidup-Nya harus terpancar dalam segala hal dama hidup kita sebagai anak-anak-Nya, apakah kita berlaku benar, jujur, dan penuh tanggung jawab dalam semua aspek kehidupan kita? Roh Tuhan adalah roh yang excellence Seperti Daniel dan teman-teman-Nya, Yusuf, Yosua dan Kaleb, mereka terpilih dan dipakai Tuhan di zamannya karena mereka memiliki excellence spirit. Jika Kristus tinggal di dalam kita, maka Kristuslah yang harus terpancar dalam semua kehidupan kita, dalam hal kasih, pemberian kita, persembahan, perpuluhan, Roma 12 1 Mempersembahkan hidup kita artinya hidup dalam pertobatan setiap hari, dan melakukan firman Tuhan dengan taat! Maleakhi 3 8 – 12 Persembahan dan persepuluhan menyenangkan hati Tuhan! Jika kita tidak memberi pesembahan dan pesepuluhan, maka hal itu berarti kita menipu Tuhan. Pada waktu kita taat kepada firman untuk mengembalikan persepuluhan sebagai hak Tuhan, maka Tuhan akan membukakan bagi kita tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat-Nya. Persembahan dan persepuluhan yang kita berikan, dipakai untuk kemuliaan Tuhan, yaitu untuk memperluas pekerjaan Tuhan di dalam dan melalui GDS. Pada waktu kita memberi persembahan dan persepuluhan, maka Tuhan akan menjadi perlindungan dan jaminan atas apa yang kita miliki, karena Tuhan sendiri yang akan menghardik belalang pelahap/ kerugian dalam hidup kita. Tuhan tidak pernah menahan berkat-Nya dalam hidup kita, tetapi karena dosa dan ketidak ketaatan kitalah yang menahan berkat Tuhan dalam hidup kita. Maleakhi 3 17 Kita mempunyai kitab peringatan tentang kita, yang menuliskan semua hal tentang hidup kita, yaitu segala perbuatan baik yang tidak diketahui orang lain dan ketaatan kepada Tuhan. Jika kita mengasihi Tuhan taat melakukan friman-Nya maka kita akan menjadi milik kesayangan Tuhan. Dan Tuhan sendiri yang akan mengasihiani kita seperti seorang yang menyangi dan melayani anaknya. Di dunia ini kita melayani dua tuan, Tuhan atau iblis? Waktu kita tidak melayani Tuhan mengasihi Tuhan, maka kita sebenarnya sedang melayani kedagingan kita, dan kedagingan kita ada dibawah kuasa si jahat! Maleakhi 3 18 Pelayanan bukanlah profesi tugas atau pekerjaan saja, tetapi Pelayanan itu adalah orang yang beribadah kepada Allah. Seluruh hidup kita adalah penyembahan kepada Tuhan. Akan ada perbedaan antara orang yang beribadah kepada Tuhan, denga yang tidak beribadah. Galatia 2 19 – 20 baca Dalam Kristus kita pun telah disalibkan bersama–sama Dia, artinya kita tidak lagi hidup menuruti keinginan daging, hukum dosa, kita hidup dalam pertobatan dan persekutuan dengan Tuhan. Kita hidup bukan lagi kita sendiri yang hidup, tidak mengikuti kemauan kita, melainkan kristus yang hdiup di dalam kita, sehingga orang bisa melihat Kristus di dalam diri kita. Yang Tuhan inginkan dari kita adalah hubungan, kita hanya bisa taat kepada firman Tuhan, apabila kita memiliki hubungan, karena tanpa hubungan dan persekutuan dengan Tuhan maka perintah-perintah-Nya akan berat, dan kita tidak sanggup Sudahkan kita menuruti firman Tuhan? karena itulah yang jauh lebih penting! Setelah kita dislamatakan maka kit harus taat kepada Tuhan dan firman-Nya. Kita taat bukan karena takut hukuman, tetapi kita taat karena kita mengasihi Tuhan. Inilah yang Tuhan kehendaki. Amin!
menurutmu apa artinya allah mengasihi dunia