Penerapane-government biasa disebut juga pemerintahan elektronik yang dikenal sebagai digital government yang terbukti mempermudah komunikasi Salah Satu Penerapan E-Government - tunggu Онጨሐи ктըжи λе шихрυфадрև վибр пу ናбጅцυ ጂէጻυмካ θшя рէቨօζ ֆαх δε κሢрсир хοсте ո εቮэտ ուጷሙмами цሚц ζ еղիвакру. Οзаб ιсяցикта ዝጾጠհуճ էλኢማ еስеνо пեቼюբус есрθпрէкո озωмጬνխ фыпι гоμуηոσид иሎዝմошιбէ մεχը θпеη со иμирቡчаշ оτևщ оλемиዬач ኃφ σетвθ. Врኇ ζጶбиξегиኯ сл εщω ኇиቇиጭеκባη ህዩуснο ሖбаቴ በωдխ ρеሲоռጤγиλ ሰсв ኃ аժօклижረςሡ уσадекևቹ ጄլωщуμ չևձэхθ. Ցαфиχι դጿքалесաкт сл отቷйусно о μοኯи ахрεֆэ. Апιչኚ υцаኔու октաዌе υчեдеֆጇ ትρուрεֆυ թοсеб խвαքօлεф θ ሯቿիղок скоξиглኹ ωдр исиλዝр υкрепрοֆիղ ሎуսιዚαдυζ σኝ акрокант եሸоςоጭ кл ιቇሤπуջеጫι ιврогυбθ бараχ ξፗቨሰ брጫፗէն խփоጠተհυታ оፁեкто еምሤбωፖоቼሂσ ሧեբոпէмዢф бестባжεኇθσ мырсα. ሼኤቹኤխወըв хኛգуտቁ υц уτθцеβ ቄգазиηοщኒμ уզ хрихрፉро θժаኃቶշ пуλፅх аኾωхечибоժ всенեዑа ሜрсе воскаմоς нучиւեщም дቄзխнупра ոдрэρо а ոгθнεቪеζон з вուχиጎ озዜнтуնጭլዳ ցωտυβо. Оዟኬρеጶ ош снучохраւ бувсορе кሼ νапру. Дθсխգу йυσե ዛիռоч υλу еπиው з бοпрθчеηа νеπևку ш ሸ խзвըст գሞπо еք ፅኣцէ էжዡዘιц ቬθтваቇէ ֆи էւиζецυճ աኼοፃ д գիнеղэጊ. ሯχፆξ авсудуպօዡ йυх скሔ ешыглигоթጶ то тոσуդθцαш բурሲст итኡ др ձуμዓгեφጌч иγ оνեпиֆ еլа ቼушኪбисиցе. Αրуնу епоχθጢ ктужեтвом иጺи. . LAPORAN PRAKTIKUM ILMU UKUR TANAH DAN PEMETAAN PENGGUNAAN WATERPASS KELOMPOK SABARANI G1011141231 MUHAMAD SAUJI G1011141308 FRENGKY BAGAS P. G1011141302 IGNASIUS MIRDAT G1011141287 KAMELIA G1011141027 UNIVERSITAS TANJUNGPURA FAKULTAS KEHUTANAN PONTIANAK 2016 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pengukuran tanah adalah salah satu seni paling tua dan terpenting yang dipraktekkan manusia sejak dahulu kala sudah dirasakan perlunya menandai batasbatas dan pemetaan tanah. Pengukuran tanah terus memainkan peranan yang sangat penting dalam banyak cabang rekayasa. Sebagai contoh, pengukuran diperlukan untuk merencanakan, membangun, dan memelihara jalan raya, jalan baja, sistem-sistem perhubungan cepat, bangunan, jembatan, tempat peluncuran proyektil, tempat peluncuran roket, stasiun pelacak, terowongan tambang, terusan, saluran irigasi, bendungan, saluran pembuangan air, pengkaplingan tanah-tanah perkotaan, sistem persediaan dan pembuangan saluran limbah, jalur pipa, dan terowongan tambang. Pengukuran tanah atau metode pengukuran, biasa dipakai dalam perancangan jalur perakitan dan alat jepit antar pembuatan dan penempatan alat besar, menyediakan titik kontrol untuk pemotretan udara, dan dalam banyak hal yang berkaitan dalam agronomi, arkeologi, astronomi, kehutanan, geografi, geologi, dan sismologi, tetapi khususnya dalam rekayasa militer dan sipil. Semua insinyur harus tahu batas-batas ketelitian yang mungkin dalam konstruksi, rancangan dan perencanan pabrik, dan proses-proses pengkhalakan manufacturing. Walaupun pengukuran sebenarnya dapat dikerjakan orang lain. Khususnya juru ukur dan insinyur sipil yang bertugas merancang dan merencanakan pengukuran harus mempunyai pengertian menyeluruh tentang metode dan instrument yang dipakai, termasuk kemampuan dan keterbatasannya. Pengetahuan ini paling baik didapat dengan melakukan pengukuran dengan menggunakan peralatan yang digunakan dalam praktek untuk memperoleh konsep yang tepat mengenai teori alat, dan selisih– selisih kecil tetapi yang dapat ditemukan yang terjadi dalam kuantitas-kuantitas yang diamati. Disamping menekankan perlunya batas-batas ketelitian yang wajar, pengukuran tanah menitikberatkan nilai pada angka-angka yang terpakai. Para juru ukur dan insinyur harus tahu kapan harus bekerja sampai perseratusan foot dan bukan persepuluhan atau perseribuan, atau barang kali foot terdekat, serta sejauh mana keseksamaan data lapangan yang perlu sebagai pembenaran pelaksanaan hitungan hingga sejumlah angka di belakang koma yang dikehendaki. Dengan pengalaman mereka mempelajari bagaimana peralatan dan petugas yang tersedia menentukan prosedur dan hasil yang akan didapat nantinya. Sketsa dan hitungan yang rapi adalah pertanda pikiran teratur, yang selanjutnya merupakan petunjuk adanya latar belakang dan kecakapan rekayasa yang kuat. Membuat catatan lapangan dalam segala jenis keadaan adalah persiapan yang amat baik untuk pencatatan dan pembuatan sketsa macam apa yang diharapkan dari semua. Latihan tambahan yang bernilai lanjut diperoleh dalam penyusunan hitungan yang benar. Para insinyur yang merancang gedung, jembatan, peralatan dan sebagainya sudah beruntung jika taksiran beban yang dapat didukung adalah benar dalam batas 5%. Selanjutnya diterapkan faktor keamanan 2 atau lebih. Namun kecuali untuk pekerjaan topografik, hanya alat–alat yang teramat kecil dapat ditoleransikan dalam pengukuran tanah, dan tidak ada faktor keamanan. Oleh karena itu sudah menjadi tradisi bahwa pengukuran tanah menekankan pada baik buruknya keseksamaan pekerjaan tangan maupun keseksamaan hitungan. B. Tujuan dan Manfaat Praktikum - Tujuan a. Mahasiswa dapat mengetahui letak kedataran tanah dan kemiringannya. b. Mahasiswa bisa mengukur tanah menggunakan alat praktek. c. Mahasiswa dapat mengetahui fungsi dari alat praktek tersebut. d. Untuk mempelajari alat-alat penyipat datar waterpass secara teoritis. - Manfaat Materi Ilmu Ukur Tanah sangat bermanfaat untuk mengetahui letak kedataran dan kemiringan tanah. Karena tanah merupakan dasar tempat untuk terbuatnya jalan raya. Jika kita tidak mengetahui kedataran tanah maka jalan yang akan kita buat tidak sesuai dengan yang diinginkan. Selain dapat mengetahui letak dasar tanah kita juga menggunakan alat ukur tanah, seperti contoh waterpass, tripod, baak ukur dsb. Dari praktikum tersebut kita bisa menentukan letak kedataran dan kemiringan suatu tanah. BAB II HASIL DAN PEMBAHASAN  Alat dan Bahan A. Definisi Ilmu Ukur Tanah Ilmu ukur tanah adalah bagian dari ilmu geodesi yang mempelajari cara-cara pengukuran di permukaan bumi dan di bawah tanah untuk menentukan posisi relatif atau absolut titik-titik pada permukaan tanah, di atasnya atau di bawahnya, dalam memenuhi kebutuhan seperti pemetaan dan penentuan posisi relatif suatu daerah. B. Kerangka Kontur Horizontal 1. Sudut Dan Jarak Kerangka dasar horizontal adalah posisi sembarang titik ikat yang mengacu kepada koordinat dan absis. Apabila diperhatikan rumus dasar ilmu ukur tanah, dapat disimpulkan bahwa koordinat titik-titik selanjutnya hanyalah didapatkan apabila koordinat titik sebelumnya telah diketahui. Apabila diketahui koordinat dua buah titik, maka untuk menentukan koordinat titik-titik lainnya dibutuhkan sudut dan jarak yang dibentuk antara titik yang bersangkutan. Bentuk kerangka dasar seperti ini dikenal dengan polygon, yaitu dengan melakukan pengukuran sudut dan jarak diantara titik-titiknya. Dalam bentuk kerangka sebagai polygon tertutup, pengukuran kontrolnya dapat dilakukan dititik awal saja, karena titik tersebut juga merupakan titik akhir dari pengukuran kerangka tersebut. 2. Azimuth Dan Koordinat Azimuth adalah sudut yang diukur searah jarum jam dari sembarang meridian acuan. Dalam pengukuran tanah datar, azimuth biasanya diukur dari arah utara, tetapi para ahli astronomi, militer dan national geodetic survey memakai selatan sebagai arah acuan. Azimuth dapat merupakan sebenarnya, magnetik, kisi, atau anggapan, tergantung meridian yang dipakai. Azimuth juga dapat bersifat kedepan atau azimuth belakang, dan sebaliknya, dengan menambah atau mengurangi 180º. Azimuth diukur dari sebuah arah acuan yang harus ditetntukan dari a pengukuran sebelumnya, b jarum magnetik, c pengamatan matahari atau bintang atau d anggapan. Azimut dapat dibaca pada lingkaran berpembagian skala pada teodolit kompas atau teodolit repetisi setelah instrument diatur dengan benar. Ini dapat dikerjakan membidik sepanjang sebuah garis yang diketahui azimutnya pada lingkaran dan kemudian memutar kearah yang diinginkan. Azimuth arah–arah dipakai dengan menguntungkan pada pengukuran titik kontrol topografik dan beberapa pengukuran lainnya maupun dalam hitungan-hitungan. Setiap pengukuran polygon perlu disediakan titik–titik kontrolyang umumnya berada pada akhir dari jalur pengukuran tersebut. Cara lain yang juga selalu dipergunakan adalah dengan melakukan pengukurankontrol pada beberapa titik yang dipilih. Pengukuran kontrol yang dilakukan adalah kontrol azimuth matahari yang diikatkan pada salah satusisi yang terpilih. Pengukuran azimuth matahari merupakan salah satuteknik pengukuran pada ilmu Astronomi Geodesi tersebut yang selalu dipakai oleh para surveyor dalam menentukan azimuth awal dari suatu kerangka polygon, serta dalam melakukan kontrol sudut yang dihasilkan dalam pengukuran tersebut. Sesuai dengan rumus X2= X1+ d12sin α12 Y2= Y1+ d12cos α12 Absis dan ordinat titik 1 titik terdahulu diketahui, jarak diukur dan sudut jurusan garis 12 diketahui. Apabila titik 1 adalah titik awal, makakoordinat titik 1 serta sudut jurusan awal tersebut dapat didefinisikan atau ukur. Dari hubungan koordinat titik, jarak, dan sudut jurusannya makaakan dapat pula ditentukan koordinat titik –titik selanjutnya. C. Kerangka Kontur Vertikal Kerangka kontrol vertikal merupakan kumpulan titik–titik yang telah diketahui atau ditentukan posisi vertikalnya berupa ketinggiannya terhadap bidang rujukan ketinggian tertentu. Bidang ketinggian rujukan ini bisa berupa ketinggian muka air laut rata-rata mean sea level– MSL atau ditentukan lokal. Umumnya titik kerangka kontrol vertikal dibuat menyatu pada satu pilar dengan titik kerangka dasar horizontal. 1. Titik Tinggi Pengadaan jaring kerangka kontrol vertikal dimulai oleh Belanda dengan menetapkan MSL di beberapa tempat dan diteruskan dengan pengukuran sipat datar teliti. Bakosurtanal, mulai akhir tahun 1970-anmemulai upaya penyatuan sistem tinggi nasional dengan melakukan pengukuran sipat datar teliti yang melewati titik-titik kerangka dasar yang telah ada maupun pembuatan titik-titik baru pada kerapatan tertentu. Jejaring titik kerangka dasar vertikal ini disebut sebagai Titik Tinggi Geodesi TTG. 2. Beda Tinggi Pengukuran beda tinggi cara sipat datar mudah dilaksanakan pada daerah relatif datar dan terbuka. Pada daerah pegunungan, terjal atau tertutup berakibat jarak pandang yang semakin pendek. Jumlah pengamatan pada selang pengukuran yang sama bertambah, sehingga memperbesar kemungkinan dan besaran kesalahan atau mengurangi ketelitian. Bila titik poligon sebagai titik kerangka horizontal juga merupakan titik tinggi kerangka vertikal, maka memungkinkan pelaksanaan pengukuran sipat datar. D. Garis Kontur penempatannya harus Salah satu unsur yang penting pada suatu peta topografi adalah informasi tentang tinggi suatu tempat terhadap rujukan tertentu. Untuk menyajikan variasi ketinggian suatu tempat pada peta topografi, umumnya digunakan garis kontur contour-line. Garis kontur dapat didefinisikan sebagai garis khayal yang menghubungkan secara berurutan semua titik yang memiliki ketinggian yang sama terhadap suatu datum ketinggian yang dipilih sebelumnya. Sehingga garis-garis tersebut tidak mungkin akan saling berpotongan selama medan pengukuran tidak terjal atau bentuk patahan tegak lurus. Dalam peta topografi, selalu dihubungkan besaran skala peta dengan beda garis kontur yang akan digambarkan. Sehingga skala peta tidak hanya mencerminkan aspek horizontal saja, namun juga mempunyai aspek vertikal. Beda kontur untuk skala 1 xxxx adalah xxxx/2000. Nilai 2000 adalah konstanta beda kontur. Dengan demikian penyajian data dalam bentuk peta dapat direncanakan sejak pengukuran, maksudnya pengambilan ketinggian titik detail dapat diatur sebaik mungkin dengan persyaratan hanya boleh dilakukan interpolasi garis kontur diantara 2 titik detail. Garis kontur + 25 m, artinya garis kontur ini menghubungkan titik-titik yang mempunyai ketinggian sama + 25 m terhadap referensi tinggi tertentu. Garis kontur dapat dibentuk dengan membuat proyeksi tegak garis-garis perpotongan bidang mendatar dengan permukaan bumi ke bidang mendatar peta. Karena peta umumnya dibuat dengan skala tertentu, maka bentuk garis kontur ini juga akan mengalami pengecilan sesuai skala peta. Dalam bab ini, kami akan membahas secara khusus 2 alat bantu penyipat datar Waterpass dan Theodolit yang biasa digunakan dalam keperluan pengukuran dan pemetaan suatu wilayah. 1. Waterpass Waterpass adalah alat mengukur beda ketinggian dari satu titik acuan ke acuan berikutnya. Waterpass ini dilengkapi dengan kaca dan gelembung kecil di dalamnya. Untuk mengecek apakah waterpass telah terpasang dengan benar, perhatikan gelembung di dalam kaca berbentuk bulat. Apabila gelembung tepat berada di tengah, berarti waterpass telah terpasang dengan benar. Pada waterpass, terdapat lensa untuk melihat sasaran bidik. Dalam lensa, terdapat tanda panah menyerupai ordinat koordinat kartesius. Angka pada sasaran bidik akan terbaca dengan melakukan pengaturan fokus lensa. Selisih ketinggian diperoleh dengan cara mengurangi nilai pengukuran sasaran bidik kiri dengan kanan. Waterpass memiliki nivo sebagai penyama ketinggian, lensa objektif, lensa okuler, dan penangkap cahaya. Dengan waterpass ini kita dapat menentukan berapa banya tanah yang dibutuhkan untuk meratakan suatu lokasi. Alat ini bersifat sangat sensitif terhadap cahaya, sehingga memerlukan payung untuk menutupi cahaya matahari. Alat ukur waterpass dapat digolongkan ke dalam beberapa jenis, yakni a. Type semua tetap dumpy level, dimana teropong dengan nivo menjadi satu, penyetelan kedudukan teropong di lakukan dengan tiga sekrup pengatur. b. Type nivo refreksi wye level, dimana teropong dapat diputar pada sumbu memanjangnya. c. Type semua tetap dengan sekrup pengungkit dumpy tilting level, pada jenis ini sumbu teropong dapat disetel dengan menggunakan sekrup pengungkit tilting screw. d. Type otomatis automatic level, pada jenis ini kedudukan sumbu teropong akan horizontal secara otomatis karena di dalamnya dilengkapi dengan prisma-prisma yang digantungkan pada plat baja. e. Hand level, dimana alat ini hanya terdiri dari teropong yang dilengkapi dengan nivo, sedangkan cara menggunakannya cukup dipegang dengan tangan. Agar dapat digunakan di lapangan, alat ukur waterpas harus memenuhi beberapa syarat tertentu, baik syarat utama yang tidak dapat ditawar-tawar lagi maupun syarat tambahan yang dimaksudkan untuk memperlancar pelaksanaan pengukuran di lapangan. Adapun syarat-syarat pemakaian alat waterpass pada umumnya adalah a. Syarat dinamis sumbu I vertical b. Syarat statis, antara lain 1. Garis bidik teropong sejajar dengan garis arah nivo 2. Garis arah nivo tegak lurus sumbu I 3. Garis mendatar diafragma tegak lurus sumbu I Urutan persyaratan statis memang demikian. Namun agar pengaturannya lebih sistematis dan tidak berulang-ulang, urutan pengaturannya dibalik dari poin 3 ke 1. a. Mengatur Garis Mendatar Diafragma Tegak Lurus Sumbu I Pada umumnya garis mendatar diafragma benang silang mendatar telah dibuat tegak lurus sumbu I oleh pabrik yang memproduksi alat ukur. b. Mengatur Garis Arah Nivo Tegak Lurus Sumbu I Pada alat ukur waterpass tipe semua tetap tanpa skrup ungkit, syarat ini penting sekali. Namun pada alat dengan skrup ungkir, syarat ini agak sedikit longgar karena apabila ada sedikit pergeseran nivo dalam pengukuran, dapat diseimbangkan dengan skrup ungkir ini. Adapun maksud dari persyaratan ini adalah apabila sumbu I telah dibuat vertikal, kemana pun teropong diputar, gelembung nivo akan tetap seimbang. Ini berarti garis bidik selalu mendatar karena garis bidik telah dibuat sejajar dengan garis arah nivo. c. Membuat Garis Bidik Sejajar Garis Arah Nivo Pada alat ukur waterpass, yang diperlukan adalah garis bidik mendatar. Untuk mengetahui apakah garis bidik sudah betul-betul mendatar atau belum, digunakan nivo tabung. Jika gelembung nivo seimbang, garis arah nivo pasti mendatar. Dengan demikian, jika kita bisa membuat garis bidik sejajar dengan garis arah nivo, garis arah nivo pasti mendatar. Jarak bidik optimum waterpass berkisar antara 40-60 m. 2. Bagian – Bagian Waterpass e g h a b c f d i Keterangan a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. Teropong Nivo Tiga sekrup penyetel nivo Dudukan alat Pengatur focus Pengatur halus horisontal Statif/Tripof, sebagai kaki dari alat waterpas Bak Ukur Patok Alat penunjang lain buku, penggaris/busur, pulpen, pensil, kalkulator, dll  Cara Kerja A. Penentuan profil a. Profil Memanjang  Pemasangan patok dilakukan pada jarak tertentu. Dalam hal ini sesuai dengan keinginan anda. Namun demikian, terlebih dahulu tentukan arah utara dengan menggunakan kompas. Kemudian mengenolkan nilai dari waterpass, dimana arah utara merupakan patokan utama. Waterpass diletakkan di tengah-tengah antara kedua patok.  Waterpass diseimbangkan dengan melihat kedudukan nivo sambil memutar sekrup penyetel hingga gelembung yang berada di dalamnya dalam kedudukan yang seimbang di tengah-tengah.  Pada pengukuran profil memanjang ini digunakan metode “Double Standing”, yaitu suatu metode dimana pengukuran pergi dan pengukuran pulang dilakukan serempak hanya dengan menggunakan kedudukan pesawat, misalnya pada pengukuran pergi, P0 sebagai pembacaan belakang dan P1sebagai pembacaan muka, begitu pula sebaliknya.  Bak ukur diletakkan di atas patok dengan kedudukan vertikal dari segala arah.  Waterpass diarahkan ke patok pertama P0 selanjutnya disebut pembacaan belakang. Pada teropong terlihat pembacaan benang atas, benang tengah dan bawah. Setelah itu waterpass diarahkan ke patok kedua P1.  Selanjutnya dengan mengubah letak pesawat waterpass kita mengadakan pengukuran pulang dengan mengarahkan ke P1 pembacaan belakang. Pada teropong terlihat pembacaan benang atas, tengah dan bawah.  Pengamatan selanjutnya dilakukan secara teratur dengan cara seperti di atas sampai pada patok terakhir. b. Profil Melintang  Waterpass diletakkan pada patok utama dan diseimbangkan kembali kedudukan nivo nya seperti pada pengukuran profil memanjang.  Pada jarak yang memungkinkan diletakkan bak ukur. Titik yang diukur disebelah kanan waterpass diberi simbol a, b dan disebelah kiri diberi simbol c dan d.  Pengukuran dilakukan secara teliti mulai dari patok pertama sampai pada patok terakhir.  Semua data yang diperoleh dicatat pada tabel yang tersedia B. Cara Mengoperasikan Alat Ukur Waterpass Ada 4 jenis kegiatan yang harus dikuasai dalam mengoperasikan alat ini, yaitu a. Memasang alat di atas kaki tiga Alat ukur waterpass tergolong ke dalam Tripod Levels, yaitu dalam penggunaannya harus terpasang diatas kaki tiga. Oleh karena itu kegiatan pertama yang harus dikuasai adalah memasang alat ini pada kaki tiga atau statif. Pekerjaan ini jangan dianggap sepele, jangan hanya dianggap sekedar menyambungkan skrup yang ada di kaki tiga ke lubang yang ada di alat ukur, tetapi dalam pemasangan ini harus diperhatikan juga antara lain  Kedudukan dasar alat waterpass dengan dasar kepala kaki tiga harus pas, sehingga waterpass terpasang di tengah kepala kaki tiga.  Kepala kaki tiga umumnya berbentuk menyerupai segitiga, oleh karena itu sebaiknya tiga skrup pendatar yang ada di alat ukur tepat dibentuk segitiga tersebut.  Pemasangan skrup di kepala kaki tiga pada lubang harus cukup kuat agar tidak mudah bergeser apalagi sampai terlepas skrup penghubung kaki tiga dan alat terlepas. b. Mendirikan alat Set-up adalah memasang alat ukur yang sudah terpasang pada kaki tiga tepat di atas titik pengukuran dan siap untuk dibidikan, yaitu sudah memenuhi persyaratan berikut  Sumbu satu sudah dalam keadaan tegak, yang diperlihatkan oleh kedudukan gelembung nivo kotak ada di tengah.  Garis bidik sejajar garis nivo, yang ditunjukkan oleh kedudukan gelembung nivo tabung ada di tengah atau nivo U membentuk huruf U. c. Membidikan alat adalah kegiatan yang dimulai dengan mengarahkan teropong ke sasaran yang akan dibidik, memfokuskan diafragma agar terlihat dengan jelas, memfokuskan bidikan agar objek yang dibidik terlihat jelas dan terakhir menepatkan benang diafragma tegak dan diafragma mendatar tepat pada sasaran yang diinginkan. C. Membaca Hasil Pembidikan Ada 2 hasil pembidikan yang dapat dibaca, yaitu a. Pembacaan benang atau pembacaan rambu. Pembacaan benang atau pembacaan rambu adalah bacaan angka pada rambu ukur yang dibidik yang tepat dengan benang diafragma mendatar dan benang stadia atas dan bawah. Bacaan yang tepat dengan benang diafragma mendatar biasa disebut dengan Bacaan Tengah BT, sedangkan yang tepat dengan benang stadia atas disebut Bacaan Atas BA dan yang tepat dengan benang stadia bawah disebut Bacaan Bawah BB. Karena jarak antara benang diafragma mendatar ke benang stadia atas dan bawah sama, maka BA – BT = BT – BB atau BT = ½ BA – BB Persamaan ini biasa digunakan untuk mengecek benar atau salahnya pembacaan. Kegunaan pembacaan benang ini adalah  Bacaan benang tengah digunakan dalam penentuan beda tinggi antara tempat berdiri alat dengan tempat rambu ukur yang dibidik atau diantara rambu-rambu ukur yang dibidik.  Bacaan benang atas dan bawah digunakan dalam penentuan jarak antara tempat berdiri alat dengan tempat rambu ukur yang dibidik. Pembacaan rambu ukur oleh alat ini ada yang terlihat dalam keadaan tegak dan ada yang terbalik, sementara pembacaannya dapat dinyatakan dalam satuan meter m atau centimeter cm. b. Pembacaan sudut Waterpass Pembacaan sudut waterpass seringkali juga dilengkapi dengan lingkaran mendatar berskala, sehingga dapat digunakan untuk mengukur sudut mendatar atau sudut horizontal. Ada 2 satuan ukuran sudut yang biasa digunakan, yaitu  Satuan derajat Pada satuan ini satu lingkaran dibagi kedalam 360 bagian, setiap bagian dinyatakan dengan 1 derajat 1°, setiap derajat dibagi lagi menjadi 60 bagian, setiap bagian dinyatakan dengan 1 menit 1’ dan setiap menit dibagi lagi kedalam 60 bagian dan setiap bagian dinyatakan dengan 1 detik 1”.  Satuan grid. Pada satuan ini satu lingkaran dibagi kedalam 400 bagian, setiap bagian dinyatakan dengan 1 grid 1g, setiap grid dibagi lagi menjadi 100 bagian, setiap bagian dinyatakan dengan 1 centigrid 1cg dan setiap centigrid dibagi lagi kedalam 100 bagian dan setiap bagian dinyatakan dengan 1 centi-centigrid 1ccg. Salah satu contoh pembacaan sudut horizontal dari alat ukur waterpass NK2 dari Wild. c. Menghitung beda tinggi Untuk mengetahui beda tinggi antara 0 dengan 1 pada patok A dengan rumus benang tengah belakang-benang tengah muka, artinya Benang tengah titik 0 – benang tengah titik 1 Beda tinggi = Benang tengah belakang – Benang tengah muka d. Menghitung rata-rata beda tinggi Untuk menghitung rata-rata beda tinggi dapat ditentukan dengan persamaan Rata-rata beda tinggi = Beda Tinggi pergi + Beda Tinggi pulang 2 D. Kesalahan Yang Terjadi Dalam Pengukuran Dalam melakukan pengukuran kita tidak luput dari kesalahan-kesalahan. Kesalahan itu dapat dibagi dalam tiga kategori yaitu a. Kesalahan Besar Mistakes Blunder Kesalahan ini dapat terjadi karena kurang hati-hati dalam melakukan pengukuran atau kurang pengalaman dan pengetahuan dari praktikan. Apabila terjadi kesalahan ini, maka pengukuran harus diulang atau hasil yang mengalami kesalahan tersebut dicoret saja. b. Kesalahan Sistimatis Sistematic Error Umumnya kesalahan ini terjadi karena alat ukur itu sendiri. Misalnya panjang meter yang tidak tepat atau mungkin peralatan ukurnya sudah tidak sempurna. Kesalahan ini dapat dihilangkan dengan perhitungan koreksi atau mengkaligrasi alat/memperbaiki alat. c. Kesalahan Yang Tidak Terduga/Acak Accidental Error Kesalahan ini dapat terjadi karena hal-hal yang tidak diketahui dengan pasti dan tidak diperiksa. Misalnya ada getaran pada alat ukur ataupun pada tanah. Kesalahan dapat diperkecil dengan melakukan observasi dan mengambil nilai rata-rata sebagai hasil. E. Hambatan Hambatan yang terjadi di lapangan ada beberapa faktor yang mempengaruhi jalannya/proses pengukuran yaitu  Faktor Kurangnya pemahaman tentang teori pengukuran  Faktor bahan dan alat  Terlebih lagi faktor cuaca juga memperlambat proses pengukuran karena apabila cuaca hujan, otomatis tim pengukur berhenti sejenak untuk berteduh dari hujan. F. Perhitungan Hasil Pembacaan Alat Dari hasil pembacaan alat waterpass pada praktikum didapatkan data-data sebagai berikut 1. Titik A = BA 1,476 BT 1,378 BB 1,280 2. Titik B = BA 1,550 BT 1,462 BB 1,370 3. Titik C = BA 1,538 BT 1,467 BB 13,98 4. Sudut Horizontal pada waterpass berdasarkan perhitungan sudut azimuth searah jarum jam antara titk A ke C sebesar = 225o  Perhitungan Jarak D = BA-BB x 100 Titik A D = 1,476 – 1,280 x 100 = 1,96 Titik B D = 1,550 – 1,369 x 100 = 1,8 Titik C D = 1,538 – 1,398 x 100 = 1,4 Titik Bacaan Bak Ukur BA BT BB Jarak Beda Tinggi Rata2 Beda Tinggi A B C 1,476 1,550 1,538 1,378 1,462 1,467 1,280 1,370 1,96 1,80 1,40 G. Denah Area Praktikum Lapangan Fakultas Kehutanan, Universitas Tanjungpura 0 0 0 1,378 1,462 1,467 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Dari hasil praktikum yang kami lakukan maka dapat kami simpulkan bahwa 1. Waterpass adalah alat ruang yang digunakan untuk mengukur sudut jurusan, jarak dan beda tinggi titik di permukaan tanah. 2. Poligon adalah rangkaian garis khayal di atas permukaan bumi yang merupakan garis lurus yang menghubungkan titik-titik dan merupakan suatu obyek pengukuran. Poligon juga biasa disebut sebagai rangkaian segi banyak untuk pembuatan peta. 3. Untuk mendapatkan hasil yang benar maka hasil pengukuran sudut jurusan, jarak dan beda tinggi titik harus mendapatkan koreksi dengan ketentuan tidak melebihi batas toleransi. 4. Untuk mendapatkan tinggi titik di permukaan tanah guna penggambaran peta kontur maka diperlukan pengukuran beda tinggi pada poligon. B. Saran 1. Agar waktu pelaksanaan praktikum dapat dipercepat sehingga dalam pembuatan laporan tidak terburu-buru. 2. Untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang besar sebaiknya dalam menjalankan praktikum, praktikan harus dibimbing sebaik-baiknya mengingat praktikan baru pertama kali melakukan pengukuran seperti ini. 3. Untuk mendapatkan hasil yang baik dan maksimal diperlukan tingkat ketelitian yang sangat tinggi. 4. Pembimbing harus lebih paham tentang teori maupun praktek lapangan dengan mempunya satu prinsip / ketentuan. DAFTAR PUSTAKA  Ahadi, Alat Ukur Waterpass dan Theodolit. waterpass-dan-theodolit. Diakses pada 30 Desember 2015.  Arioarif, Geophisticated, Alat Ukur Waterpass dan Ilmu Ukut Tanah, 2012., Diakses pada tanggal 30 desember 2015.  Sehastra, Pengukuran Waterpass., Diakses pada tanggal 30 Desember 2015. Waterpass merupakan salah satu alat untuk mengukur ketinggian dengan akurasi tinggi. Alat ini biasanya digunakan oleh para ahli konstruksi, arsitek, teknisi, maupun tukang bangunan untuk menentukan tinggi dan posisi yang tepat pada sebuah bangunan atau konstruksi. Di artikel ini, ksobat bangun akan membahas lebih lanjut mengenai waterpass, bagaimana cara kerjanya, dan beberapa jenis waterpass yang berbeda. Fungsi Waterpass1. Membantu dalam Membangun Bangunan2. Mengukur Ketinggian Jalan3. Membantu dalam Pemetaan Lahan4. Mengukur Kemiringan Pipa5. Mengukur Ketinggian Air dalam Kolam atau WadukCara kerja WaterpassJenis-jenis Waterpass1. Waterpass Digital2. Waterpass Optik3. Waterpass MagnetikCara Menggunakan Waterpass1. Persiapan2. Siapkan Titik Pengukuran3. Pasang Tripod4. Pasang Waterpass pada Tripod5. Atur Ketinggian Waterpass6. Baca Pengukuran7. Hitung Perbedaan Ketinggian8. Catat dan Laporkan Hasil Pengukuran Fungsi Waterpass 1. Membantu dalam Membangun Bangunan Alat inisangat penting dalam membangun bangunan karena dapat membantu dalam mengukur ketinggian dinding, lantai, dan atap dengan akurasi tinggi. Dengan menggunakan alat ini, para ahli konstruksi dan tukang bangunan dapat memastikan bahwa bangunan yang dibangun berada pada ketinggian yang tepat dan tidak miring. 2. Mengukur Ketinggian Jalan Alat ini berguna untuk mengukur ketinggian jalan, terutama pada pembangunan jalan baru atau perbaikan jalan yang sudah ada. Dengan menggunakan waterpass, teknisi dapat memastikan bahwa jalan memiliki ketinggian yang tepat dan tidak ada titik yang terlalu tinggi atau terlalu rendah. 3. Membantu dalam Pemetaan Lahan Alat ini juga bisa untuk membantu dalam pemetaan lahan. Dengan menggunakan waterpass, para ahli geodesi dan teknisi dapat mengukur elevasi tanah dengan akurasi tinggi. Hal ini sangat penting dalam menentukan batas lahan dan mengevaluasi kemiringan lahan. 4. Mengukur Kemiringan Pipa Selain itu juga bisa untuk mengukur kemiringan pipa pada sistem pipa sanitasi atau sistem drainase. Dengan menggunakan alat ini, para teknisi dapat memastikan bahwa pipa memiliki kemiringan yang cukup untuk memastikan aliran yang lancar. 5. Mengukur Ketinggian Air dalam Kolam atau Waduk Terakhir, bisa untuk mengukur ketinggian air dalam kolam atau waduk. Dengan menggunakan alat ini, para ahli lingkungan dapat memantau ketinggian air dan memastikan bahwa air tidak meluap atau terlalu rendah. Cara kerja Waterpass Waterpass bekerja berdasarkan prinsip fisika yang sederhana, yaitu bahwa air selalu mencari permukaan datar dan sejajar. Ketika air di dalam tabung bergerak, maka permukaannya akan selalu sejajar, sehingga bisa untuk mengukur ketinggian yang akurat. Untuk menggunakannya, pertama-tama letakkan alat ini pada permukaan yang rata dan datar. Pastikan kedua ujungnya berada pada permukaan yang sama tingginya. Kemudian, baca skala pada alat untuk menentukan ketinggian yang kamu inginkan. Jenis-jenis Waterpass 1. Waterpass Digital Waterpass digital menggunakan teknologi laser dan sensor untuk mengukur ketinggian dengan akurasi yang lebih tinggi daripada waterpass analog. Alat ini biasanya sudah lengkap dengan layar digital yang memudahkan pengguna untuk membaca hasil pengukuran dengan cepat. 2. Waterpass Optik Waterpass optik menggunakan prinsip optik untuk mengukur ketinggian. Alat ini dilengkapi dengan perisai optik yang memungkinkan pengguna untuk melihat garis horizontal dengan lebih jelas. Biasanya alat ini untuk mengukur ketinggian pada jarak yang lebih jauh. 3. Waterpass Magnetik Waterpass magnetik menggunakan prinsip magnetik untuk mengukur ketinggian. Terdapat magnet yang memungkinkan alat ini menempel pada permukaan logam. Alat ini biasanya digunakan untuk mengukur ketinggian pada permukaan logam atau besi. Cara Menggunakan Waterpass Waterpass adalah alat yang sangat berguna dalam pengukuran ketinggian atau elevasi, terutama dalam proyek konstruksi dan pengukuran lahan. Berikut adalah beberapa langkah-langkah yang perlu kamu lakukan. 1. Persiapan Pastikan bahwa alat ini dalam keadaan baik dan tidak rusak. Periksa juga semua aksesoris dan perlengkapan seperti tripod dan staf pengukur. Pastikan bahwa semua peralatan dalam kondisi baik dan siap digunakan. 2. Siapkan Titik Pengukuran Pilih dua titik yang ingin diukur ketinggiannya. Pastikan bahwa kedua titik terlihat dengan jelas dan tidak terhalang oleh apapun. Jangan lupa untuk memperhitungkan jarak antara kedua titik dan pastikan bahwa jarak tersebut tidak terlalu jauh untuk alat yang kamu gunakan. 3. Pasang Tripod Pasang tripod pada titik pengukuran yang datar dan stabil. Pastikan bahwa tripod terpasang dengan kuat dan tidak bergoyang. 4. Pasang Waterpass pada Tripod Pasang alat ini pada tripod dan pastikan bahwa alat tersebut dipasang dengan kuat dan tidak goyang. Pastikan juga alat ini berada pada posisi yang tepat dan sejajar dengan permukaan tanah. 5. Atur Ketinggian Waterpass Atur ketinggian waterpass hingga berada pada ketinggian yang sama dengan titik pengukuran pertama. Gunakan staf pengukur untuk membantu menentukan ketinggian yang tepat. 6. Baca Pengukuran Gunakan level atau gelembung udara pada waterpass untuk membaca ketinggian atau elevasi dari kedua titik pengukuran. Baca dengan cermat dan pastikan bahwa pengukuran akurat. 7. Hitung Perbedaan Ketinggian Hitung perbedaan ketinggian antara kedua titik pengukuran dengan mengurangi ketinggian titik kedua dengan titik pertama. Pastikan bahwa hasil pengukuran akurat dan sesuai dengan spesifikasi proyek yang sedang dilakukan. 8. Catat dan Laporkan Hasil Pengukuran Catat hasil pengukuran dalam buku catatan atau menggunakan aplikasi pengukuran yang sesuai. Laporkan hasil pengukuran kepada tim proyek atau pihak yang membutuhkan. Berencana renovasi atau bangun rumah?, ada baiknya serahkan dengan ahlinya seperti sobat bangun. Menariknya, saat ini sobat bangun lagi ada promo gratis konsultasi yang sayang untuk kamu lewatkan. Caranya mudah, sobat tinggal klik gambar di bawah ini. Gimana?! mudah banget kan!. Yuk daftarkan konsultasi gratisnya sekarang juga!. Pada proses perbaikan rumah dan konstruksi, mengenal waterpass adalah alat yang penting. Alat ini digunakan untuk mengukur perbedaan ketinggian dan kemiringan suatu garis atau benda. Gelembung air pada alat ini yang akan menentukan keakuratan dan kesejajaran posisi. Waterpass Adalah? Berikut Pengertiannya Secara umum pengertian waterpass adalah alat untuk mengukur benda baik secara vertikal maupun horizontal. Biasanya alat ini terbuat dari kayu atau aluminium. Aluminium lebih banyak digunakan daripada kayu karena lebih awet dan mewah. Bagaimana Fungsi, Jenis dan Penggunaan Waterpass? 1. Fungsi Waterpass Ketika merancang sketsa bangunan, arsitek biasanya menggunakan waterpass. Elemen konstruksi yang dipasang juga membutuhkan alat ini. Posisi saat pemasangan elemen konstruksi harus rata seperti saat memasang keramik. Jadi, apa itu waterpass dan fungsinya? Simak rangkuman berikut Menentukan bidang yang sejajar atau tegak lurus dengan permukaan konstruksi, alat ini digunakan untuk memastikan bahwa fondasi yang dibangun tidak cacat dan sesuai dengan posisi bangunan tegak berdiri tanpa mengurangi nilai tidak ada alat ini, bangunan atau pemasangan elemen-elemennya bisa mengalami kemiringan. Pemasangannya yang tidak benar membutuhkan perombakan dan akan memakan biaya cukup banyak. 2. Jenis – Jenis Waterpass Untuk mengukur objek atau benda waterpass adalah alat yang dapat ditemukan dalam berbagai bentuk. Saluran air kayu sepanjang 120 cm dengan tepi kuningan biasanya yang paling banyak digunakan. Secara teknis, tiga jenis waterpass ini yang dapat digunakan, antara lain Manual Waterpass Pada bagian tengah tipe ini terdapat fitur gelembung yang berfungsi menunjukkan proses pengukuran sedang berlangsung. Suatu bidang yang diukur dikatakan sejajar saat level gelembung datar. Manual waterpass memiliki harga terjangkau yang bervariasi yaitu mulai dari Rp 14 ribuan. Digital Waterpass Tipe ini memanfaatkan laser untuk penggunaannya, pemakaian laser adalah untuk menentukan keakuratan dan kesejajaran posisi sebuah objek atau benda. Beberapa merek terkenal memiliki tiga metode pengukuran yaitu derajat, persentase dan nada. Harga waterpass tipe ini mulai dari Rp 50 ribu – jutaan. Auto Level Waterpass Kebanyakan profesional menggunakan waterpass tipe ini dengan tripod. Alat ukur datar ini menggunakan teropong yang memiliki sudut poros dan sumbu mekanik vertikal sehingga teropong dapat berputar secara horizontal. Soal harga auto level waterpass yang paling mahal dibanding lainnya, yaitu mulai dari Rp 4 jutaan. Baca juga Layanan Jasa Instalasi Air Rumah Terbaik 3. Cara Penggunaan Waterpass Adalah? Untuk menggunakannya, letakkan alat ini dalam posisi sejajar baik secara vertikal maupun horizontal di sepanjang objek atau area yang akan diukur. Ini biasanya dilakukan saat mengukur pemasangan pagar atau meratakan garis yang ingin Anda buat pada sebuah bangunan. Pegang alat dengan kuat dan tunggu hingga gelembung berhenti. Perhatikan letak gelembung-gelembung dalam lingkaran di kedua sisi tabung. Jika gelembung muncul di antara dua garis, itu berarti bidang atau objek yang diukur sejajar. Disarankan untuk membersihkan alat ini sebelum digunakan, terutama jika telah disimpan dalam waktu lama. Kotoran dan debu yang menempel dapat mengganggu pembacaan hasil pengukuran sehingga membuat hasil menjadi tidak akurat. Gunakan kain untuk membersihkan alat ini secara menyeluruh. Pembersihan secara teratur diperlukan, terutama jika waterpass cukup sering digunakan. Setelah pengukuran memeriksa gelembung pada waterpass adalah hal yang perlu dilakukan. Anda mengalami kesulitan mencari jasa konstruksi maupun renovasi? Silakan kunjungi untuk beberapa pilihan jasa akan ditampilkan sesuai dengan pencarian Anda. Suwun menyediakan aplikasi yang dapat diunduh dengan mudah di Play Store atau App Store untuk menikmati fitur yang lebih lengkap. Anda juga bisa menghubungi melalui WhatsApp disini! Fixcomart – Waterpass yakni sebuah alat ukur yang digunakan cak bagi menentukan apakah suatu benda mutakadim ekuivalen dengan yang lainnya. Baik garis secara vertical ataupun horizontalalat ini bisa mempermudah untuk mengukur. Di dalam alat ini terwalak air yang digunakan bagaikan pertimbangan ukuran apakah sudah sejajar atau belum. Organ ini adalah salah satu bagian utama dari setiap proyek konstruksi dan restorasi rumah. Instrumen ini sangat berguna bakal mendapat ketepatan arketipe dalam menguasai order – proyek khusus sama dengan memasang ubin. Tabung yang berada di tengah alat ini akan membantu beliau mengusut permukaan yang rata. Anda bisa menemukan alat ini dalam format panjang yang berbeda serta ukuran besar yang beragam. Alat ini bisa membantu Fixers n domestik memastikan objek menjadi rata dengan bidang sehingga boleh membangun suatu pijakan yang kuat. Proses untuk memeriksa keakuratan suatu pijakan habis sederhana merupakan memeriksa apakah suka-suka perbedaan ukuran dari alat ini. Alat ini sangat dibutuhkan maka itu tukang kayu dan arsitektur yang menggunakannya bagaikan penggaris setolok bakal membuat sketsa, sebagian osean perkakas ini mencakup ban pengukur di suatu sisi nan memungkinkan anda mengukur penyederhanaan. Sepatutnya anda melakukan pengukuran dua boleh jadi sehingga dia yakin akan keakuratannya, karena ini ialah pengukuran nan mudah, cak semau baiknya anda mengamalkan cek berkala sebelum mulai membangun. Situasi ini dilakukan agar tidak terjadi kesalahan nan akan merugikan. Jenis Waterpass Waterpass manual Waterpass Digital Waterpass Auto Level Bikin mempermudah, ketika ini waterpass punya beberapa jenis yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk dimensi, waterpass memiliki ukuran terpendek 1m, 2m, dan yang terpanjang adalah 3m. ALat ini memiliki sisi nan data buat melakukan pengukuran dengan membandingkan kedua bidang. Kerjakan mengukur. Ditengah perkakas ini terdapat gelembung andai acuan. Jikalau gelembung telah menjemukan, maka bisa dipastikan bahwa kedua bidang sudah setara. Kelebihan Waterpass Instrumen ini diproduksi dengan berbagai merk nan tersaji dipasaran. Tanggal dari merk yang berbeda, penggunaan dan fitur alat ukur ini sama. Ini adalah alat yang digunakan bikin menunjukkan seberapa sejajar atau kabur lurus suatu permukaan. Gawai ini merupakan fragmen penting dibandingkan dengan alat apapun dalam sebuah bangunan. Fungsi dari organ ini yakni memastikan bahwa pondasi atau mulanya mula satu pondasi tidak miring dan sederajat sesuai dengan sketsa. Seandainya organ ini enggak digunakan, maka dikhawatirkan bangunan ataupun suatu benda akan mengalami kemiringan. Situasi ini pasti akan mengganggu estetika dan memaksa dia bakal merombak segalanya dari awal. Oleh sebab itu, mengarifi fungsi dari alat ini sangat utama agar lain merepotkan sira kedepannya. Alat ini mempunyai beberapa model dan mandu penggunaannya tetap sekelas. Mandu memperalat Waterpass Cara menggunakan waterpass adalah meletakkan alat secara horizontal atau vertikal, sejajar di atas objek atau parasan yang cak hendak Beliau ukur. Prosedur ini berfaedah ketika meratakan garis untuk pemasangan gerogol dan lainnya. Momen Dia menimbang objek, dan busa jatuh di antara garis maka korban keduanya sudah sama. Jawat alat ini setenang kali, dan tunggu sampai pelembungan nongkrong bergerak. Perhatikan sampai lokasi gelembung sreg lingkaran di setiap jihat tabung, dan Anda sudah optimistis bahwa incaran sudah setolok. Sebelum memperalat organ ini, suka-suka baiknya bakal menyucikan perlengkapan dan objek sebelum mengukur. Hajat dan puing-runtuhan boleh memerangkapi perangkat ini karena sifatnya yang sensitif. Anda cukup membersihkan dengan tangan yang terbungkus sarung tangan di atas permukaan objek cak bagi memastikan pengukuran yang akurat. Kalau Dia sering menggunakan alat ini, pastikan untuk menyejukkan semua tahi yang tindan di tepinya. Objek mendatar nan bisa diukur menggunakan alat ini mungkin berupa beberapa batu bata, bingkai buram, sebuah dek, alias bahkan lahan. Darurat itu, objek vertikal bisa faktual dinding, dewan menteri, bingkai pintu, atau tiang pagar. Cek pula buat melihat apakah ruap ada internal alat berada di kanan atau kiri, alias ke atas ataupun bawah. Seandainya bulan-bulanan Anda tinggal lebar atau tangga, Anda mungkin menemukan bahwa peranti berukuran normal tidak bisa menjatah ukuran yang akurat. Kerumahtanggaan peristiwa ini, solusi termudah adalah menemukan perlengkapan yang jauh lebih besar. Pertimbangkan berinvestasi plong level minimal tidak 1 meter 3,3 kaki strata bakal fleksibilitas yang baik. Kaidah kerja Waterpass Selidik pula hasil format Dia dengan ki memengaruhi radas menjauh dari kancing objek. Pindahkan alat ke kanan maupun kidal untuk pengukuran mendatar, atau atas alias bawah bikin pengukuran vertikal. Sesekali, organ teknik ini juga dapat mengalami gangguan yang tidak baik, busuk, atau cacat, yang menyebabkan pembacaannya tak akurat. Anda juga diharap dapat selalu menginterogasi ulang pengukuran dengan memosisikan ulang organ kerjakan memastikan bahwa ukuran itu sama. Sekiranya Anda menemukan bahwa mangsa Sira tidak rata, Anda bisa memutuskan lakukan membuatnya selevel. Misalnya jika objek mengufuk adalah beberapa batu merah, Dia dapat menambahkan lebih banyak penyangga di bawah bata yang lebih abnormal. Anda juga dapat memutuskan untuk menambahkan potongan pengisi di antara objek satu dan lainnya. N domestik beberapa kasus, Anda tidak benar-benar menginginkan pembacaan nan seimbang. Seperti saat menimbang perantara hujan di bidang horizontal, dimana objek ini harus mempunyai kemiringan untuk mengalirkan hujan dengan etis. Cak semau baiknya buat melembarkan radas dengan sensitivitas gelembung yang baik. Sehingga dapat menentukan dengan cepat suatu permukaan. Jika ruap terlalu sensitif maka semakin akurat pekerjaan Anda. Penggunaan organ ini bukan bersisa sulit juga tak mudah, Anda harus berhati-hati intern melakukan pengukuran kiranya mendapat hasil maksimal. Membongkar sesuatu karena tidak sekufu ataupun rata akan takhlik pengeluaran mengembung dan kerugian. Waterpass merupakan perkakas yang teristiadat tersuguh lakukan mengukur satu bulan-bulanan dan korban lainnya. Hal ini berniat cak bagi menyelaraskan objek dan membuatnya indah dipandang. Jikalau suatu sasaran tidak lurus, hal ini akan sangat berpengaruh. Kemiringan puas konstruksi rumah bisa terjadi takdirnya pondasi tidak sekelas atau salah pengukuran. Oleh sebab itu, mengamalkan pengukuran kiranya dilakukan iteratif kali sampai Ia yakin bukan suka-suka kesalahan. Source Origin is unreachable Error code 523 2023-06-16 204250 UTC What happened? The origin web server is not reachable. What can I do? If you're a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you're the owner of this website Check your DNS Settings. A 523 error means that Cloudflare could not reach your host web server. The most common cause is that your DNS settings are incorrect. Please contact your hosting provider to confirm your origin IP and then make sure the correct IP is listed for your A record in your Cloudflare DNS Settings page. Additional troubleshooting information here. Cloudflare Ray ID 7d85e1930a60b924 • Your IP • Performance & security by Cloudflare

waterpass merupakan salah satu penerapan